Tag Archives: Gluten

Red Velvet Cheesecake Swirl Brownies (Gluten Free)

Red Velvet Cheesecake Swirl Brownies (Gluten Free)

Annyeong…. fiuhhh finally bisa balik ngepost resep lagi, setelah beberapa purnama terhalang masuk ke dapur karena proyek renovasi rumah yang melebar kemana-mana. Padahal dua bulan yang lalu lagi seneng-senengnya terima orderan Korean Cream Cheese Garlic Bread yang terpaksa harus closed sementara karena dapurnya diacak-acak. Eh begitu dapurnya kelar malah mood bakernya yang acak-acakan dan males-malesan hihihi. 

Supaya nggak terlanjur males dan itu stock tepung serta kawan-kawannya berakhir expired di lemari, kemarin saya putuskan buat masuk dapur dan bikin cemilan buat temen ngopi. Mulai dari yang gampang-gampang aja dulu ya, mumpung punya perasa red velvet dan cream cheese ukuran 2kg yang masih nangkring cantik dalam kulkas jadi kali ini kita bikin Red Velvet Cheesecake Swirl Brownies. 

Kebayang nggak brownies dengan aroma, rasa dan warna red velvet yang menggoda, texturenya moist dan fudge dengan topping cream cheese melimpah. Hasil akhirnya memiliki rasa manis yang pas di lidah, rich dan creamy. Perfect buat temen ngopi pagi, apalagi untuk penikmat espresso, this red velvet brownies will brighten your day. 

Oh ya karena saya sedang mengurangi asupan gluten, jadi resep asli Red Velvet Cheesecake Swirl Brownies dari SallyBakingAddictions ini saya modif dengan menggunakan tepung gluten free. Untuk jenis olahan seperti brownies penggunaan tepung gluten free sebagai pengganti terigu biasa tidak memiliki efek yang terlalu signifikan pada hasil akhirnya. Malah menurut saya browniesnya jadi lebih chewy dan bikin nggak bosen-bosen buat ngunyah. 

Yang mau nyoba bikin, berikut ini saya tuliskan kembali resepnya dalam bahasa Indonesia dengan sedikit modifikasi. Happy Baking 🙂

RESEP RED VELVET CHEESECAKE SWIRL BROWNIES 

GLUTEN FREE

Bahan-Bahan:

RED VELVET BROWNIES:

  • 2 butir telur utuh
  • 115 gram unsalted butter
  • 2 sdt vanilla
  • 21 gram cocoa powder (saya pakai tulip burgundy)
  • 150 gram gula pasir halus ( bisa diadjust sesuai kemanisan yg diinginkan)
  • ¼ sdt garam
  • 1 sdm pewarna red velvet (saya pakai golden brown)
  • ¾ sdm white vinegar (saya pakai perasan jeruk lemon)
  • 95 gram tepung gluten free ( bisa diganti tepung terigu biasa)

LAPISAN CHEESECAKE

  • 224 gram cream cheese suhu ruang
  • 50 gram gula pasir halus (sejenis gulaku hijau)
  • 1 butir kuning telur
  • ½ sdt vanilla

Cara membuat:

  1. Panaskan oven dengan suhu 180°C. Siapkan loyang non stick ukuran 20 x 20 cm alasi dengan kertas roti, sisihkan.
  2. Buatlah lapisan red velvet brownies terlebih dahulu. Pertama-tama kocok lepas dua butir telur dalam mangkok, sisihkan.
  3. Kemudian lelehkan mentega dalam wadah lainnya (saya menggunakan microwave dengan bowl kaca tahan panas, pastikan wadah yang digunakan cukup besar untuk mencampur bahan-bahan lainnya)
  4. Setelah mentega mencair, masukkan gula pasir halus, aduk rata. 
  5. Tambahkan vanilla, kemudian masukkan cocoa powder, garam, pewarna red velvet dan vinegar / air lemon. Campur jadi satu dengan cara diaduk menggunakan whisker atau spatula (ikuti urutan untuk memasukkan bahan-bahan). 
  6. Setelah tercampur, tambahkan telur yang sudah dikocok lepas. Terakhir masukkan tepung secara bertahap, aduk hingga tercampur rata, jangan over mix. 
  7. Tuangkan adonan brownies dalam Loyang yang sudah disiapkan , sisakan sekitar 2 atau 3 sdm untuk bagian atasnya nanti. 
  8. Lanjutkan untuk membuat lapisan cheesecake, campurkan semua bahan dalam mixing bowl, mixer menggunakan kecepatan sedang hingga adonan lembut. 
  9. Tuangkan adonan cream cheese di atas adonan red velvet brownies, ratakan dengan spatula. Lalu beri sisa adonan red velvet yang tadi sudah disisihkan. Dengan menggunakan lidi atau pisau, buat motif swirl. 
  10. Oven brownies dengan suhu 180°C selama kurang lebih 30 menit atau gunakan test tusuk untuk memastikan adonan sudah matang. Setelah matang keluarkan dari oven, biarkan uap panasnya hilang baru lepaskan dari Loyang dan potong-potong. 


Note:
Brownies ini tahan di suhu ruang selama 3 hari dan disimpan dalam kulkas selama 6 hari. 

Continue reading

Chocolate Filled Pancake (tanpa tepung dan gluten free)

chocolate filled pancake dengan coklat yang lumer saat dipotong

Masih berkisar seputar menu breakfast alias sarapan, belakangan lagi rajin utak atik menu sarapan simple yang praktis tapi bisa mengenyangkan dan gluten free.

Sekedar info soal menu bebas gluten ini tidak berpengaruh pada semua orang, tapi bagi sebagian orang yang memiliki sensitivitas tertentu atau alergi pada gluten, kandungan yang satu ini bisa memicu berbagai macam reaksi alergi mulai dari yang ringan sampai berat. Kebetulan saya sendiri punya alergi terhadap gluten walaupun tingkatannya bisa tergolong sangat ringan tapi tetap saja menciptakan rasa kurang nyaman. Gluten sendiri merupakan kandungan protein yang biasanya terdapat pada gandum dan jelai, sehingga olahan bahan makanan seperti roti, pasta, kue dan sereal biasanya mengandung gluten karena berbahan dasar gandum.

pancake coklat tanpa tepung

pancake dengan isian coklat yang melted di mulut

pancake menu sarapan andalan
step by step membuat chocolate filled pancake

Mumpung lagi rajin bereksperimen dengan pancake dan crepes, supaya menu sarapannya nggak ngebosenin. Yang satu ini pasti bisa jadi mood booster ampuh di pagi hari, apalagi buat kalian yang suka banget sama coklat. Give it a try !

Chocolate filled pancakes: pancake dengan filling coklat yang meleleh saat dipotong. Untuk adonan pancakenya sendiri masih pake gluten free banana oat pancake yang biasa saya bikin cuman dengan sedikit modifikasi.

You Might Also Like



Untuk info lebih lanjut,
klik disini

Gluten Free Apple Crisp, Yuk Olah Buah Buruk Rupa untuk Mengurangi Food Loss dan Food Waste


Pernah mendengar istilah food waste atau food loss ? belakangan ini banyak
campaign yang mengajak kita untuk mengurangi yang namanya food waste. Tapi
sebelumnya kita cari tau dulu yuk sedikit tentang apa sih gerakan
#reducefoodwaste atau #nofoodwaste ini.

Merujuk pada The Economist Intelligence Unit, Indonesia merupakan
negara penyumbang sampah makanan terbesar di dunia. Sampah makanan atau food
wastage ini terdiri dari dua jenis yaitu food waste dan food loss. Keduanya
sama-sama menyebabkan efek signifikan bagi kehidupan terlebih lagi jika
dibandingkan dengan jumlah orang yang masih mengalami kekurangan gizi dan
kelaparan, rasanya sangat miris di dengar.

Food loss merupakan sampah makanan yang berasal dari bahan pangan
mentah seperti buah-buahan dan sayuran yang kehilangan nilai jual, lalu
berakhir dibuang begitu saja. Banyak hal yang menyebabkan food loss salah
satunya adalah penanganan distribusi yang salah sehingga bahan pangan
membutuhkan waktu lama untuk pengiriman dan rusak begitu sampai di tangan
konsumen. Umumnya kita akan memilih membeli bahan-bahan yang nampak segar
ketika berbelanja sayur dan buah, tak jarang kita mengabaikan dan tidak
tertarik untuk membeli buah dengan tampilan yang sudah agak layu, berubah
warna atau ada sedikit cacat dan bentuk yang tidak sempurna padahal sejatinya
bahan-bahan tersebut masih bisa diolah dan memiliki nilai gizi yang tak jauh
berbeda. Pada akhirnya bahan pangan ini tak laku dan berakhir di pembuangan
sampah.

Lalu ada Food Waste yang merujuk pada limbah makanan dari makanan siap
santap yang berakhir begitu saja di tempat sampah. Beberapa hal yang memicu
food waste antara lain:

  • Tidak menghabiskan makanan
  • Makan tidak sesuai porsi makanan
  • Membeli atau memasak makanan yang tidak disukai
  • Gaya hidup dan budaya rasa sungkan atau gengsi bila menghabiskan makanan
    di depan orang banyak

Tahukah kalian kalau Food Waste dan Food Loss ini memiliki
dampak berbahaya bagi bumi dan isinya ? mengutip dari sebuah artikel yang
ditayangkan CIMSA UNIVERSITAS INDONESIA, tanpa kita sadari limbah
makanan ini bisa berakhir menjadi malapetaka jika terus-terusan dibiarkan
dan kita tidak belajar untuk ikut berpartisipasi mengurangi jumlahnya.
Berikut ini adalah beberapa dampak limbah makanan terhadap lingkungan:

  • Sampah makanan menghasilkan gas metana, ketika limbah makanan menumpuk
    dalam waktu lama dan memulai proses pembusukan maka gas metana akan
    dilepaskan ke udara. Gas metana ini merupakan salah satu gas rumah kaca
    yang turut berdampak pada pemanasan global.
  • Ancaman ledakan sampah, saat tumpukan sampah bercampur dengan gas metana
    maka suatu saat bisa memicu ledakan sampah yang berakibat pada longsoran
    yang membahayakan jiwa.
  • Terjadinya air lindi. Ketika sampah menumpuk dalam jumlah banyak, air
    hujan akan merembes masuk ke dalamnya dan menghasilkan air yang beracun
    karena mengandung unsur logam berat, seperti timbal, besi, dan tembaga.
    Apabila tidak diolah dengan baik, air lindi akan meresap ke tanah dan
    mencemari air minum.
  • Secara tak langsung, air lindi ini bisa merusak keragaman ekosistem
  • Menyia-nyiakan tanah, semakin banyak sampah yang menumpuk maka semakin
    banyak lahan yang dibutuhkan untuk menampungnya jika negara kita sampai
    sekarang belum punya sistem pengolahan sampah yang baik dan terpadu.
  • Membuang-buang air, proses bertani hingga memasak melibatkan air di
    dalamnya. Ketika kita membuang-buang bahan pangan dan makanan sama saja
    dengan kita membuang-buang air yang telah diinvestasikan sepanjang proses
    produksinya.

Setelah mengenal sedikit tentang food loss dan food waste serta akibatnya pada
lingkungan, sudah selayaknya kita semua mulai ikut berpartisipasi mengurangi
limbah makanan mulai dari cara yang paling sederhana yaitu dengan menghabiskan
makanan yang dimasak, tidak memasak berlebihan dan mengolah bahan pangan yang
masih bisa dikonsumsi dengan maksimal seperti buah-buahan yang kulitnya sudah
tidak mulus lagi alias buruk rupa.

apel yang dipanggang memiliki texture yang juicy
sajikan dengan es krim favoritmu

Tempo hari saya menemukan beberapa buah apel yang buruk rupa alias kulitnya
sudah tak lagi kelihatan segar tapi bagian dalamnya masih sangat layak
konsumsi. Akhirnya daripada dibuang saya memutuskan untuk mengolah apel-apel
itu menjadi desserts yang istimewa yaitu apple crisp atau apple crumble.
Olahan ini tak hanya berlaku untuk buah apel saja, tapi bisa diaplikasikan
pada buah-buahan lain seperti pear, nanas, mangga, strawberry, dan buah-buah
lainnya yang memiliki rasa segar serta melunak ketika dipanggang. Campurkan
beberapa jenis buah juga bukan ide yang buruk !

Cara membuatnya sangat mudah, dan hasilnya bisa menjadi desserts segar untuk
menemani waktu santai siang di rumah bersama keluarga tercinta. Gluten free
apple crisp ini memiliki texture crunchy dan manis pada toppingnya serta asam
manis segar untuk buahnya, jadi enak dinikmati hangat maupun disajikan bersama
es krim favoritmu.

bahan-bahan untuk membuat gluten free apple crumble

BAHAN-BAHAN:

  • 3 buah apel
  • 1/2 cup rolled oat
  • 1/2 cup gluten free all purpose flour
  • 1/2 cup palm sugar
  • 1 sdt cinnamon
  • 1 sdt vanilla extract
  • 1/2 sdt pala bubuk
  • 1/2 sdt garam
  • 1/4 cup unsalted butter (dingin)


CARA MEMBUAT:

  • Panaskan oven dengan suhu 180-200 derajat celcius (tergantung tingkat
    kepanasan oven)
  • Kupas dan potong-potong apel membentuk dadu, cuci bersih dan
    tiriskan.
  • Proses rolled oat hingga setengah hancur menggunakan blender atau food
    processor
  • Tambahkan tepung gluten free, palm sugar, vanilla, pala dan garam, proses
    lagi hingga tercampur.
  • Masukkan unsalted butter, proses sebentar sampai membentuk adonan
    beremah.
  • Tata apel dalam loyang atau cast iron pan, taburi adonan crumble di
    atasnya.
  • Oven dengan suhu 180-200 derajat celcius selama 30 menit
  • Sajikan hangat dengan es krim favoritmu

You Might Also Like


Untuk info lebih lanjut,
klik disini