Tag Archives: Membuat

Membuat Vertical Garden Sendiri ? ini hal-hal yang wajib kamu perhatikan.

DIY vertical garden mempercantik kolam ikan koi

Melewati setahun dengan keadaan yang terbilang sangat absurd tentunya membawa banyak perubahan pada keseharian kita, banyak sisi menyedihkan tapi ada pula sisi positif yang bisa diambil. Salah satunya adalah sebagian besar dari kita terutama ibu-ibu mulai kembali gemar berkebun atau bertanam, baik tanaman hias maupun tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur dan obat-obatan tradisional. Selain menyumbangkan oksigen melalui penghijauan, hobi berkebun ini tentunya bisa menambah cantik tampilan dari rumah tinggal kita dan sekaligus sangat efektif untuk meredakan stress atau menjadi salah satu cara menjaga pikiran tetap relax dan fokus.

Mengurus tanaman ibarat seperti sebuah terapi agar kita tetap fokus pada sesuatu, terapi untuk menjauhkan diri dari banyak hal yang tak berguna dan membawa vibrasi negatif. Melihat tanaman yang kita rawat tumbuh dengan baik, bertunas, mengeluarkan daun baru atau bahkan berbunga akan memberi kebahagiaan tersendiri, nampak sederhana tapi sangat melegakan. Tentunya yang mengalami fase ini dan saat ini sedang gemar berkebun akan merasakan apa yang saya gambarkan tadi. 

vertical garden dengan menggunakan karpet geotextile sebagai wadah 

Nah berbicara tentang berkebun, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang keseruan kami membuat vertical garden sendiri. Karena luas rumah tinggal kami yang terbilang kecil sehingga tidak ada banyak spot atau areal terbuka untuk membuat kebun. Maka pilihan yang tersisa adalah membuat vertical garden dengan memanfaatkan tembok pagar sisi kanan rumah yang lumayan panjang. Kebetulan juga kami baru saja membuat sebuah kolam ikan koi kecil di sana.

Praktisnya jika ingin punya vertical garden tanpa repot saat ini banyak penyedia jasa membuat taman atau landscaper yang bisa dimanfaatkan keahliannya, tentu saja poin minusnya biasanya ada pada budget yang lebih besar ketimbang kita membuat vertical garden sendiri. Disamping itu kelebihan mengerjakan vertical garden sendiri adalah kita bisa menyeleksi tanaman yang akan digunakan sesuai dengan keinginan dan bisa dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan tanaman yang sesuai baik dari jenis maupun harganya. 

Sebelum memulai membuat vertical garden ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan disiapkan agar tanaman kita bisa tumbuh dengan subur dan konstruksinya bertahan lama. 
beberapa jenis ide untuk wadah vertical garden

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMBUATAN VERTICAL GARDEN:

  1. Posisi dan lokasi, tentukan terlebih dahulu posisi di mana kita akan membuat vertical garden, apakah di dalam ruangan atau di luar ruangan karena nantinya hal ini akan berpengaruh pada jenis tanaman yang sesuai. 
  2. Konstruksi penyangga, yang saya maksudkan dengan konstruksi penyangga adalah apa yang akan menjadi tempat kita meletakkan vertical garden ini. Tembok/dinding ataukah rangka besi/kayu ? maka pastikan konstruksinya cukup kuat untuk menahan beban vertical garden dengan media tanam dan tanamannya di kemudian hari.
  3. Wadah/Planter, tentukan apa yang akan dipakai sebagai wadah media tanam. Untuk vertical garden sendiri kita bisa membeli wadah berupa wall planter yang sudah siap pakai, ada yang terbuat dari non woven textile maupun plastik dengan range harga yang bervariasi. Jika ingin lebih terjangkau lagi kita bisa memanfaatkan bekas botol minuman kemasan sebagai wadah media tanam. Biasanya wadah sejenis ini digunakan untuk vertical garden yang berisi tanaman sayur-sayuran. 
  4. Jenis tanaman, pilihlah tanaman yang sesuai dengan lokasi vertical garden yang akan dibuat karena setiap tanaman memiliki toleransi yang berbeda terhadap tingkat kelembaban udara, cahaya dan air jadi jangan sampai menanam tanaman yang tidak tahan panas di areal yang terpapar sinar matahari secara langsung dan terus menerus. Untuk menyiasati hal ini kita bisa memasang shading yang memfilter cahaya berupa paranet atau jaring yang biasa dipakai pada green house dan nursery. Tanaman yang sesuai untuk vertical garden biasanya adalah tanaman yang tumbuhnya merambat, menjuntai atau rimbun dan tidak tumbuh tinggi ke atas atau berbatang besar. Tanaman merambat berbunga atau anggrek dan pakis juga merupakan primadona pilihan untuk mengisi vertical garden.
  5. Media tanam, sebelum membeli media tanam sesuaikan dengan jenis tanaman yang kita tanam. Tanaman berbunga akan membutuhkan media tanam yang mengandung unsur hara yang baik biasanya tanah subur dengan ououk organik merupakan pilihan terbaik, sementara untuk jenis anggrek media tanam yang sesuai adalah pakis dan moss/lumut, begitupula dengan jenis tanaman kekinian dari keluarga philodendron, mereka menyukai media tanam yang porous dan tidak terlalu banyak menyimpan air karena rentan membuat akarnya busuk. 
  6. Perawatan tanaman, tahap awal penanaman adalah masa di mana kita perlu memperhatikan frekuensi penyiraman dan pemberian vitamin. Memastikan agar tanaman tumbuh dan tidak kelebihan maupun kekurangan air. Vertical garden yang dibuat indoor dengan posisi tinggi biasanya dilengkapi dengan sistem pengairan otomatis berupa instalasi pipa di bagian belakang vertical garden. Instalasi seperti ini biasanya diterapkan pada vertical garden berukuran besar seperti dekorasi hotel, mall, perkantoran maupun bandara. Sementara untuk vertical garden ala rumahan seperti yang kita buat, cukup menyiram dan memberi vitamin secara manual. 

PERSIAPAN, PENGERJAAN DAN PERAWATAN:

Setelah membahas apa saja yang wajib diperhatikan sebelum memulai membuat vertical garden sendiri, maka kita akan melanjutkan tentang apa yang harus disiapkan, bagaiamana proses pengerjaan serta perawatan vertical garden. Khusus untuk bagian ini saya mengacu pada vertical garden yang saya kerjakan di rumah tempo hari. 

1. Wall Planter / Karpet Geotextile/ Karpet Vertical Garden.
Ini adalah wadah yang saya pilih untuk membuat vertical garden, alasannya karena karpet geotextile ini sudah siap pakai dengan kantong-kantong tanam yang sudah dijahit rapi dilengkapi lobang mata ayam untuk posisi menggantung atau mengaitkan vertical garden ke penyangganya yang dalam hal ini adalah tembok pagar rumah. Materialnya juga kokoh dan tahan lama karenan terbuat dari non woven textile yang nantinya bisa menjadi media bagi si akar tanaman untuk menjalar.  

 

Karpet yang kami beli memiliki ukuran 1 x 1 meter sementara vertical garden yang kami buat berukuran 2 x 1 meter jadi kami harus membeli 2 buah karpet. Setiap karpet memiliki 36 buah kantong tanam jadi totalnya ada 72 kantong tanam yang siap untuk diisi. Membeli karpet ini juga mudah dan ukurannya bisa dicustom alias disesuaikan dengan kebutuhan kita, banyak seller yang menjual karpet geotextile melalui e-commerce seperti tokopedia dan shopee atau melalui marketplace di facebook dengan harga yang terjangkau.
 Saya membayar sekitar IDR 200.000 untuk dua buah karpet geotextile dengan free ongkir sampai di Bali. Untuk merekatkan karpet ke tembok, kami menggunakan paku beton yang dipasang pada setiap sudut karpet serta di sisi tengah, karena bagian tengah ini mempertemukan dua ujung karpet. 

2. Menyiapkan Media Tanam.
Setelah memasang karpet pada posisi yang ditentukan, sekarang waktunya menyiapkan media tanam. Untuk dasar saya menggunakan poting mix siap pakai yang dicampur dengan larutan vitamin B1. Masukkan media tanam memenuhi setengah bagian kantong vertical garden. 

Untuk tanaman seperti pakis, anggrek, anthurium dan philodendron saya menyiapkan spagnum moss direndam dalam larutan B1 yang nantinya dililitkan pada sekeliling akar sebelum dimasukkan ke dalam kantong tanam. 

Spagnum moss / lumut kering

3. Tanaman yang cocok untuk vertical garden:
Biasanya pembuatan vertical garden menggunakan pola untuk membentuk tanaman yang dipilih agar menghasilkan pola warna yang rapi, misalnya pola kotak untuk tanaman dengan beberapa warna yang berbeda. Pola seperti ini bagi saya agak kurang menarik karena terlihat monoton, sebaliknya saya lebih menyukai pemilihan tanaman dari berbagai jenis tanaman berbeda untuk membentuk vegetasi tanaman seperti di alam aslinya. Misalnya mencampur tanaman pakis, anggrek, berbagai tanaman merambat dari keluarga philodendron, tanaman tropis dari jenis anthurium serta simbar dan tanaman bunga yang tumbuhnya rimbun. 

Berikut ini adalah beberapa jenis tanaman yang saya gunakan:

  • Philodendron Lemon: Warnanya yang kuning cerah menjadikan tanaman yang satu ini menjadi salah satu favorit saya karena sangat standout di antara tanaman hijau lainnya. Dari keluarga philodendron, philo lemon ini tergolong yang termurah dengan kisaran harga 15-25 ribu per tanaman ukuran dewasa. 
Philo Lemon
  • Philodendron Haderaceum var. Haderaceum (Micans) : Satu lagi keluaraga philodendron yang masih tergolong ekonimis, meskipun begitu tanaman satu ini memiliki daun bertekstur seperti beludru yang cantik. Bentuk daunnya menyerupai hati dengan perkembangan yang tegolong cepat dan sangat mudah untuk dikembang biakkan. Micans bisa didapat dengan kisaran harga 25-50 ribu per tanaman. 
Philodendron Haderaceum var. Haderaceum (Micans)
  • Philodendron scandens (Heartleaf Philodendron), sama-sama memiliki dun berbentuk hati, philo heartleaf memiliki tekstur daun yang mengkilap tidak seperti micans. Namun keduanya mudah tumbuh dan tahan terhadap panas, keduanya juga bisa tumbuh merambat maupun menjuntai. 
philo heartleaf
  • Philodendron hederaceum “Brazil” (Philo Brazil), bentuk dan tekstur daunnya serupa dengan heartleaf bedanya terletak pada warnanya dimana philo Brazil memiliki daun yang bercorak dua warna yaitu hijau dan hijau kekuningan.
philo brazil
  • Keluarga sirih, tanaman merambat yang bisa didapat dengan harga murah meriah sirih gading dan sirih merah atau sirih philipine merupakan dua jenis tanaman sirih yang cantik untuk dijadikan vertical garden. 
sirih merah
  • Paperomia Varigata, biasanya digunakan sebagai tanaman gantung dengan bentuk daun kecil yang agak tebal seperti sukulen. Warna daunnya putih dan hijau dengan dominan putih pada versi varigatanya. Peperomia jenis ini tidak begitu menyukai air yang menggenang, karena akan membuat batangnya membusuk.

peperomia varigata
  • Paperomia watermelon, jenis paperomia lainnya yang memiliki daun unik menyerupai buah semangka dengan garis-garisnya yang khas. Batangnya berwarna merah menambah cantik tanaman yang satu ini. Harga satu pot paperomia watermelon mulai dari 35 – 75 ribu. 
Paperomia watermelon
  • Anthurium crystallinum (kuping gajah mini), belakangan keluarga anthurium mulai naik daun lagi tak terkecuali tanaman kuping gajah mini ini. Daunnya yang sedikit lebih panjang dari kuping gajah besar dengan urat berwarna silver, permukaan seperti beludru serta pinggiran pink membuat crsytalllinum menjadi salah satu tanaman wajib yang masuk ke dalam vertical garden kami. 
Anthurium crystallinum (kuping gajah mini)
anthurium bunga (mickey mouse)
  • Aeschynanthus Radicans (Tanaman Lipstick), warna bunganya yang merah merona menjadi cikal bakal dari namanya. Lipstik memiliki daun tebal serupa paperomia dengan batang yang merambat dan bunga yang cantik. Tanaman ini menyuka matahari secara tak langsung jadi jangan meletakkan lipstick di tempat yang terpapar matahari secara langsung dan terus menerus. 
Aeschynanthus Radicans (Tanaman Lipstick)
  • Bunga Petunia, yang satu ini memiliki warna bunga beragam yang cantik. Petunia biasa digunakan sebagai tanaman gantung karena tumbuhnya rimbun dengan bunga yang mecolok. Kali ini saya memilih petunia putih ungu untuk dipasang pada vertical garden.
    Rimbun dan cantiknya bunga petunia ungu

  • Anggrek, Primadona vertical garden jatuh pada keluarga anggrek karena anggrek tidak membutuhkan banyak space dan media untuk bisa tumbuh dan berbunga. Pola tumbuhnya sebagai tanaman epifit yang menumpang pada tanaman lain menjadikan anggrek pas sebagai pemanis vertical garden. Beberapa jenis anggrek seperti anggrek bulan, anggrek vanda dan dendro menjadi pilihan saya. 
Bunga anggrek bulan bisa jadi salah satu pilihan untuk center point vertical garden
  • Nephrolepis (Pakis Boston), dikenal juga dengan nama pakis pedang tanaman pakis yang satu ini berasal dari Meksiko dan kini telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Ciri-ciri tanaman pakis Boston adalah rimpang yang tipis menyerupai akar dengan panjang bisa mencapai 1,5 meter. Anak daunnya berbentuk sirip tunggal, hampir mirip dengan bentuk pedang atau mata tombak. Jika digantung, Pakis Boston tampil menjuntai indah dan sangat menarik.
    Nephrolepis (Pakis Boston)

  • Platycerium (Simbar), merupakan tanaman tropis yang akan menambah asri vertical garden yang kita buat. Nama Platycerium sendiri berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata “platy” yang berarti lebar dan “ceras” yang berarti tanduk, menggambarkan bentuk rangkaian daunnya seperti tanduk yang lebar dan bercabang. Platycerium sampai saat ini memiliki sekitar 18 jenis berbeda.
    Platycerium (Simbar) : P. Ridleyi, P. Coronarium & P. Bifurcatum


  • Remusatia vivivara, nah yang satu ini adalah tanaman yang sedang hits. Vivivara ini merupakan salah satu jenis dari genus Remusatia yang biasa disebut dengan nama hitchhiker elephant ear karena hidupnya menumpang pada batang pohon yang tinggi. Tulang daunnya yang menonjol dengan warna bagian belakang ke arah merah dan ungu gelap menjadikan tanaman ini nampak eksotis dan cantik untuk melengkapi vertical garden kita. 
Remusatia vivivara “hitchhiker elephant ear “

           

5. Menanam tanaman ke dalam kantong tanaman: Nah setelah memilih semua jenis tanaman yang akan dimasukkan, waktunya untuk memindahkan tanaman ke dalam kantongnya masing-masing, sesuaikan jenis tanaman dengan media yang digunakan. Sebelumnya rendam sebentar akan tanaman dengan larutan vitamin B1 baru kemudian masukkan ke dalam kantong tanam. Lakukan sampai semua kantong terisi. 

vitamin untuk akar tanaman

6. Merawat Vertical Garden: Untuk penyiraman gunakan kepala semprotan yang pelan agar media tidak berhamburan ke luar. Lakukan penyemprotan dengan larutan B1 setiap 3 hari sekali, siram tanaman secara rutin dengan memperhatikan cuaca. Perhatikan pertumbuhan tanaman, bersihkan daun yang menguning atau layu, jika ada hama seperti ulat dan serangga lainnya segera bersihkan dengan pestisida organik atau bisa dengan mencampur sabun cuci (sunlight) dengan baking soda, air dan minyak kelapa. 

Nah sekian sharing dari kami, untuk kalian yang tertarik membuat vertical garden sendiri jangan lupa untuk memperhatikan hal-hal yang kita bahas di atas. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi berguna dan bermanfaat bagi pembaca. Happy Gardening.

You Might Also Like



Untuk info lebih lanjut,
klik disini

Resep Mudah Membuat Korean BBQ ala Resto di Rumah

Korean BBQ di rumah ? ini yang harus disiapkan !

Serba serbi berbau Korea memang tak pernah ada habisnya untuk dibahas, mulai
dari K-pop, K-drama sampai hidangan ala Korea yang semakin hari semakin
beragam jenisnya dengan mudah bisa kita temukan di sekitar. Begitu Pula dengan
perkembangan restoran ala Korea yang jumlahnya semakin banyak dan mampu
bertahan cukup lama dalam siklus tren kuliner. Hal ini tentunya tak bisa
dilepaskan dari pengaruh minat konsumen atau masyarakat kita terhadap budaya
Korea yang menyerap masuk lewat sajian drama maupun tayangan klip video
musiknya. Tak bisa disangkal minat masyarakat kita akan tren Korea ini begitu
tinggi terbukti dengan pencatatan Indonesia sebagai negara dengan jumlah Army
(Fans BTS) terbanyak peringkat ke 3 di dunia. Jadi jangan heran jika beberapa
waktu kemarin promo kerjasama antara sebuah brand fast food dan BTS berakhir
dengan antusiasme yang melampaui perkiraan sehingga promonya terpaksa
dihentikan jauh sebelum waktu yang dijadwalkan.

Terlepas dari intermezo di atas, bagi saya pribadi sajian ala Korea memang
layak mendapat tempat istimewa baik dari segi rasa, tampilan maupun kandungan
gizi dan bahan-bahan yang digunakan. Beragam olahan sayuran selalu hadir
menemani rangkaian hidangan Korea yang disajikan, salah satu yang paling
sering kita temukan adalah varian Banchan atau hidangan pendamping yang
disajikan bersama Korean BBQ.

Nah berbicara tentang Korean BBQ tentunya sebagian besar dari kalian yang
membaca tulisan ini pasti sudah pernah mencoba atau paling tidak pernah
melihat tampilannya muncul dalam adegan K-drama. Daging yang dipanggang
langsung di atas meja disajikan dengan beragam sajian pendamping serta daun
selada segar, selalu berhasil membuat kita yang melihat tergoda untuk
mencicipi.

Saat ini untuk menikmati Korean BBQ sendiri tergolong mudah, banyak resto
yang menawarkan menu ini dari yang terjangkau sampai yang menyajikan kualitas
daging terbaik tentunya untuk yang satu ini kita harus rela merogoh kocek yang
lebih. Tapi tenang saja, menikmati sajian BBQ ala Korea tak harus pergi
ke resto karena kita bisa membuatnya dengan mudah di rumah, dengan bahan-bahan
yang mudah ditemukan. 

Jika kalian ada rencana untuk merayakan sesuatu yang spesial di rumah bersama
keluarga atau kerabat dekat, Korean BBQ bisa menjadi salah satu pilihan
menarik yang wajib dicoba. Ngobrol sembari menikmati daging panggang dengan
aneka banchan atau seteguk soju tentunya mampu menciptakan momen yang penuh
kebersamaan. 

Berikut ini kita akan mengajak kalian membuat Korean BBQ di rumah, dari
persiapan bahan sampai resep dan cara membuatnya. Yuk disimak 

Korean BBQ di Rumah

Membuat Korean BBQ ala resto di rumah

Secara umum Korean BBQ terdiri dari beberapa bagian yaitu :

  • Daging (Pork, Beef, Chicken) : Tentunya daging adalah bagian paling
    penting dari Korean BBQ,
    biasanya yang paling umum dipakai adalah  pork belly
    (Samgyeopsal) , daging sapi ( Galbi : short ribs serta
    Bulgogi: sirloin, ribeye, dan brisket yang diiris tipis). Penggunaan
    daging ayam dan seafood juga kerap kita temukan sebagai alternatif bagi yang
    tidak menyukai dua jenis daging lainnya. 
  • Saus Marinasi : merupakan campuran saus yang berfungsi untuk
    membumbui daging sebelum dibakar. Setelah dicampur dengan bumbu, daging
    sebaiknya disimpan dalam kulkas minimal selama 1 jam agar bumbu lebih
    meresap. Untuk samgyeopsal, lebih baik tidak dicampur bumbu marinasi karena
    rasanya sudah sangat gurih cukup ditaburi sedikit garam. 
  • Banchan (hidangan pendamping): Banchan atau panchan adalah hidangan
    pendamping yang disajikan dalam tradisi kuliner Korea. Biasanya dihidangkan
    dalam mangkuk atau piring-piring kecil. Banchan sendiri terdiri dari
    berbagai jenis seperti Kimchi (sayuran yang difermentasi),
    Namul (sayuran yang ditumis atau direndam dengan bumbu seperti minyak
    wijen, garam, cuka, bawang putih, daun bawang, bubuk cabai, atau kecap
    asin.)  Jorrim (makanan yang dimasak dengan saus.),
    Jjim

    ( makanan yang dikukus) dan Jeon ( panekuk atau pancake asin seperti
    Pajeon; pancake daun bawang atau Kimchijeon: pancake kimchi)
  • Dipping Sauce : Merupakan saus pencelup yang digunakan saat daging
    sudah matang, salah satu jenis saus pencelup yang paling populer adalah
    Ssamjang (saus pedas). Membuat ssamjang hanya dengan mengaduk
    bahan-bahan menjadi satu tanpa melalui proses dimasak terlebih dahulu. 
  • Sayuran Segar : Bagian lain yang sama pentingnya yaitu sayuran segar
    bisa berupa selada atau sayuran lainnya, dalam tradisi Korea daging yang
    sudah dibakar dimakan dengan sayuran seperti selada dengan posisi seperti
    dibungkus. Letakkan sayuran kemudian banchan, lalu daging dan terakhir
    Ssamjang. Tangkupkan sayuran lalu makan sekaligus, perpaduan semua rasa jadi
    satu . Selain selada untuk menambah lengkap Korean BBQ jangan lupa siapkan
    bawang putih kupas yang diiris serta cabe lombok hijau. Nantinya bawang
    putih dan cabai ini dipanggang bersama daging dan dinikmati sebagai
    pelengkap BBQ.
Ssamjang
Ssamjang – Korean Spicy Dipping Sauce

Cabe hijau untuk melengkapi Korean BBQ
Irisan cabe hijau  / cheong-gochu

Samgyupsal with Enoki mushroom
Jamur enoki dibalut dengan irisan Samgyupsal

Panjeon (pancake daun bawang)
Panjeon (pancake daun bawang)

Telur dadar dengan campuran kimchi dan mirin
Korean marinade sauce

Korean Bulgogi Marinated Sauce 

MEMBUAT SAUS MARINADE UNTUK KOREAN BBQ

Korean (Bulgogi) Marinated Sauce
(diadaptasi dari
@maangchi untuk 500
gram daging)
 
Bahan-bahan:


  • ½ cup pear korea dihaluskan
  • ¼ cup bawang bombay dihaluskan
  • 4 siung bawang putih cincang
  • 1 sdt jahe parut
  • 1 batang daun bawang, cincang
  • 2 sdm soy sauce (kikkoman)
  • 2 sdm brown sugar
  • sejumput merica bubuk
  • 1 sdm minyak wijen
  • optional biji wijen sangrai


Cara Membuat:

  1. Campur semua bahan jadi satu, kemudian campurkan dengan daging yang
    sudah disiapkan. Saya pakai short plate.
  2. Campur rata, tutup dengan cling wrap, simpan dalam kulkas hingga
    bumbu marinasi meresap. Daging siap dipanggang.

step by step cara membuat bumbu marinasi untuk bulgogi ala
Korea

MEMBUAT DIPPING SAUS UNTUK KOREAN BBQ

Ssamjang – Korean Dipping Sauce

Ssamjang (Korean Barbecue Dipping Sauce) 

Bahan-Bahan: 

  • 1/4 cup doenjang (pasta kedelai fermentasi Korea)
  • 2 sdm gochujang (pasta cabai Korea)
  • 1 sdm sirup beras korea (bisa diganti madu atau sirup jagung)
  • 1 sdm minyak wijen 
  • 2 daun bawang (40g), iris tipis
  • 2 bawang putih (10g), cincang
  • 2 sdt (4g) biji wijen panggang

Cara Membuat: 

  1. Dalam mangkuk kecil, aduk bersama doenjang, gochujang, sirup beras,
    minyak wijen, daun bawang, bawang putih, dan biji wijen sampai
    tercampur rata. Sajikan, atau pindahkan ke wadah kedap udara dan
    dinginkan hingga siap digunakan.
Ssamjang (Korean Barbecue Dipping Sauce) 

MEMBUAT PANJEON (PANCAKE DAUN BAWANG ALA KOREA)


Panjeon (Pancake daun bawang) salah satu banchan Korean
BBQ

Panjeon (Pancake Daun Bawang)

Bahan-Bahan:

  • Daun bawang (bisa pakai kucai)
  • 1/2 cup Tepung serbaguna
  • 1/2 cup Air
  • 1 sdt Pasta kedelai 
  • 1/2 sdt Gula
  • Minyak sayur secukupnya 

Cara membuat:

  1. Bersihkan, cuci, dan tiriskan segenggam daun bawang kucai  atau
    sekitar 10 batang daun bawang biasa.
  2. Potong menjadi potongan sepanjang 5 inchi
  3. Buat adonan dengan mencampur  tepung,  air,  pasta
    kedelai, dan  gula dalam mangkuk. Aduk  hingga adonan
    tercampur rata.
  4. Letakkan wajan anti lengket di atas kompor dan panaskan.
  5. Tambahkan sekitar 3 sdm minyak sayur kedalam wajan yang sudah
    dipanaskan.
  6. Letakkan bawang hijau di atas wajan sejajar satu sama lain, dalam
    bentuk persegi panjang.
  7. Tuang adonan di atas daun bawang secara merata.
  8. Masak hingga bagian bawah panekuk berwarna coklat keemasan lalu
    balikkan dan masak sisi satunya hingga matang. Angkat dan siap
    disajikan bersama Korean BBQ

You Might Also Like



Untuk info lebih lanjut,
klik disini